Langsung ke konten utama

Kasiat Daun Hutan

Khasiat tumbuhan ini:

1. Apabila anda mengalami cirit birit – Ambilkan pucuk pokok ini yang masih muda, makanlah sebagai ulam InsyaAllah Cirit Birit akan segera hilang.

2. Masalah keputihan bagi kaum wanita – Keringkan daun pokok ini dan direbus bersama dengan halia, sedikit gula dan bonglai, biarkan suam dan minumlah airnya

3. Menghilangkan bintik-bintik cacar – Ambilkan akar pokok ini, giling bersama daunnya, kemudian tampalkan pada cacar atau parut cacar ianya akan beransur-ansur hilang

4. Melegakan luka – Ambilkan buah senduduk yang masak picit atau perah airnya sapukan pada bahagian luka, darah akan segera berhenti dan luka akan segera pulih.

5. Bagi wanita yang baru lepas bersalin – Keringkan akar senduduk kemudian rebus dan diminum sepanjang dalam pantang, hasilnya luka lepas bersalin akan segera sembuh dan mengecut sekaligus mengetatkan semula rahim

6. Mengatasi Buasir – Rebuskan akar, daun dan batang senduduk dan minum airnya. Ia menjadi penawar kepada buasir.

7. Melegakan Sakit Gigi – Rebus daun batang dan akar senduduk biarkan suam . Gunakan untuk berkumur, insyaAllah sakit gigi akan mereda.

8. Membuang angin, lenguh sendi urat dan tulang – Air rebusan dari akar, batang dan daun dibuat mandian . Badan akan terasa lebih segar lenguh sendi tulang dan angin akan segera menghindar.

❤️❤️❤️❤️❤️

Assamualaikum

Kepada kawan-kawan yang selalu rasa kebas-kebas di tangan, kebas di kaki, rasa mencucuk-cucuk atau kadang-kadang tangan atau kaki tak berasa. Boleh tengok cara hilangkan kebas, klik sini:

⬇️⬇️⬇️


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA  Dari Sawang Aceh Utara Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara, tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap. Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna “orang yang berilmu di usia muda/belia”. Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien. Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya,” Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?” “Wahai Malem Muda, aku hendak memberimu suatu tugas. Akan tetapi, sebelumnya engkau harus berjanji dulu kepadaku bahwa engkau akan mematuhi segala yang kukatakan,” titah Tgk. Di Lhok Drien sembari mengelus jenggotnya. “Siap Teungku,” sahut Malem Muda. “Pasti ini tugas istimewa,” batinnya. Kemu...

Sejarah Kelam Pembantaian Sultan-Sultan Melayu di Tanah Sumatera

Tidak banyak generasi muda Indonesia yang tahu tentang sejarah kelam ini. Entah itu sengaja ditutupi atau memang dianggap tidak begitu penting. Namun kenyataannya ini merupakan salah satu kisah sejarah paling kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Nyawa orang-orang tidak bersalah dianggap tidak berharga atas nama revolusi. Peristiwa ini bermula pada tahun 1946 silam. Terjadi gerakan sosial yang dilakukan oleh rakyat terhadap penguasa Kerajaan-Kerajaan Melayu di wilayah timur Sumatera.  Gerakan ini dikenal dengan Revolusi Sosial Sumatera Timur. Pemicu revolusi ini adalah gerakan kaum komunis dan nasionalis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan yang dianggap antifeodalisme. Revolusi ini melibatkan mobilitas rakyat yang berujung pada pembunuhan anggota Keluarga Kesultanan-Kesultanan Melayu yang dianggap pro Belanda. Aksi kejam ini berawal di Kesultanan Kualuh. Sultan Al Hadji Moehammad Sjah, Sultan dari Kerajaan Melayu yang berada di Tanjung Pasir, Kabupaten Labuhanbatu ...