Langsung ke konten utama

Manfaat Jahe Untuk kesehatan Anak-Anak

Ak post - Berikut 5 manfaat baik jahe bagi kesehatan anak-anak.

Jahe memang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.

Tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tanaman rimpang ini juga memiliki banyak manfaat bagi anak-anak.

Namun perlu diketahui jika jahe hanya boleh dikonsumsi anak usia 2 tahun ke atas.

Dengan takaran yang tidak berlebihan.

Orangtua bisa memasukkan sedikit jahe pada olahan makanan atau campuran minuman.

Menambahkan sedikit jahe bisa membantu menjaga kesehatan dan tidak mengganggu pencernaan.

1. Meredakan masalah pencernaan

Satu di antara khasiat jahe bagi anak adalah mampu meredakan masalah pencernaan secara efektif.

Seperti mengatasi gangguan pencernaan, mengobati kembung hingga mencegah sakit.

Khasiat ini bisa didapat dengan menambahkan sedikit parutan jahe pada menu sup untuk anak.

2. Menyembuhkan batuk pilek

Anak-anak rentan seklai terserang batuk pilek.

Namun jangan terburu-buru untuk memberikannya obat medis.

Cobalah untuk mengonsumsi wedang atau air jahe.

Jahe mengandung biokimia yang bisa mengatur ekspansi rhinovirus penyebab flu.

3. Mengobati batuk rejan

Imun pada anak yang belum kuat membuatnya juga rentan terkena batuk rejan.

Tambahkan satu sendok makan air jahe ke dalam setengah sendok rebusa biji fenugreek untuk meredakan batuk rejan.

4. Mengurangi mabuk dan mual

Saat dalam perjalanan sering kali anak kecil mengalami mabuk atau mual.

Beri sedikit air jahe ketika anak mabuk dan mual.

5. Mengobati sakit perut

Jahe dapat mengobati kejang kolik, pencernaan yang terganggu dan masalah perut pada anak.

Cukup berikan seperempat sendok air atau jus jahe pada anak.

Anda dapat menambahkan madu atau gula supaya tidak pahit. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA  Dari Sawang Aceh Utara Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara, tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap. Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna “orang yang berilmu di usia muda/belia”. Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien. Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya,” Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?” “Wahai Malem Muda, aku hendak memberimu suatu tugas. Akan tetapi, sebelumnya engkau harus berjanji dulu kepadaku bahwa engkau akan mematuhi segala yang kukatakan,” titah Tgk. Di Lhok Drien sembari mengelus jenggotnya. “Siap Teungku,” sahut Malem Muda. “Pasti ini tugas istimewa,” batinnya. Kemu...

Sejarah Kelam Pembantaian Sultan-Sultan Melayu di Tanah Sumatera

Tidak banyak generasi muda Indonesia yang tahu tentang sejarah kelam ini. Entah itu sengaja ditutupi atau memang dianggap tidak begitu penting. Namun kenyataannya ini merupakan salah satu kisah sejarah paling kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Nyawa orang-orang tidak bersalah dianggap tidak berharga atas nama revolusi. Peristiwa ini bermula pada tahun 1946 silam. Terjadi gerakan sosial yang dilakukan oleh rakyat terhadap penguasa Kerajaan-Kerajaan Melayu di wilayah timur Sumatera.  Gerakan ini dikenal dengan Revolusi Sosial Sumatera Timur. Pemicu revolusi ini adalah gerakan kaum komunis dan nasionalis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan yang dianggap antifeodalisme. Revolusi ini melibatkan mobilitas rakyat yang berujung pada pembunuhan anggota Keluarga Kesultanan-Kesultanan Melayu yang dianggap pro Belanda. Aksi kejam ini berawal di Kesultanan Kualuh. Sultan Al Hadji Moehammad Sjah, Sultan dari Kerajaan Melayu yang berada di Tanjung Pasir, Kabupaten Labuhanbatu ...