Langsung ke konten utama

Manfaat Ketubar Untuk mata bintian


Saat Anda terbangun di pagi hari dan melihat mata bintitan, ini mimpi buruk yang jadi kenyataan.

Bintitan ini menjadikan mata terlihat bengkak, sakit, dan ada sensasi terbakar.

Meskipun bukan pertanda penyakit serius, tapi bintitan tetap saja mengganggu penglihatan.

Tapi jangan panik dulu, mata bintitan ini bisa diobati hanya dengan bahan dapur yang harganya murah meriah.

Namun sebelum mengenal obat dari bahan dapur untuk mata bintitan, Anda harus tahu dulu, mengapa Anda bisa sampai mendapatkan bintitan di mata.

Dilansir dari Style Craze, penyebab mata bintitan itu ada 7:

- Kurang tidur

- Dehidrasi

- Penyerapan nutrisi yang buruk

- Tidak menjaga kebersihan, terutama di sekitar mata

- Menggunakan kosmetik kadaluarsa

- Hobi ganti lensa kontak tanpa mencuci tangan

- Tidak menghapus riasan mata dengan benar sebelum tidur

Mata bintitan seperti ini biasa menimbulkan sensasi panas yang luar biasa di sekitar mata, penglihatan yang kabur, gatal, nyeri, dan mata menjadi merah.

Mata bintitan tak hanya sekedar benjolan besar yang menyebabkan mata bengkak.

Terkadang, bintitan di mata ini berisi nanah. Ketika pecah, nanah tersebut akan mengakibatkan infeksi.

Kadang juga mata bintitan bisa berdarah, jadi merawat mata bintitan harus cepat dan tepat.

Umumnya, mata bintitan terjadi sekali seumur hidup.

Tapi jika sampai terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu yang sebentar, Anda harus segera konsultasi ke dokter.

Nah, jika mata bintitan hanya sesekali datang ke area mata, Anda bisa menggunakan biji ketumbar sebagai obat mata bintitan.

Bahan dapur yang mudah didapat juga murah meriah ini sangat ampuh menghilangkan mata bintitan secara cepat.

Biji ketumbar sendiri mengandung sifat anti-inflamasi yang sangat tinggi, karena itulah biji ketumbar sangat baik digunakan untuk menyembuhkan mata bintitan.

Sifat anti-inflamasinya ini mampu mengurangi edema di mata.

Untuk cara membuat obat mata bintitan dan biji ketumbar, Moms hanya perlu:

- biji ketumbar 2 sdm

- 1 gelas air

Cara membuatnya:

1. Rebus biji ketumbar dalam air selama beberapa menit.

2. Setelah air mendidih, angkat lalu pisahkan biji ketumbar dan airnya.

3. Air rebusan biji ketumbar inilah yang dibuat untuk mengobati mata bintitan.

4. Cuci mata bintitan dengan air rebusan biji ketumbar yang sudah dingin.

Lakukan hal ini 2 atau 3 kali sehari, mata bintitan akan sembuh dalam waktu singkat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA  Dari Sawang Aceh Utara Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara, tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap. Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna “orang yang berilmu di usia muda/belia”. Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien. Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya,” Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?” “Wahai Malem Muda, aku hendak memberimu suatu tugas. Akan tetapi, sebelumnya engkau harus berjanji dulu kepadaku bahwa engkau akan mematuhi segala yang kukatakan,” titah Tgk. Di Lhok Drien sembari mengelus jenggotnya. “Siap Teungku,” sahut Malem Muda. “Pasti ini tugas istimewa,” batinnya. Kemu...

Sejarah Kelam Pembantaian Sultan-Sultan Melayu di Tanah Sumatera

Tidak banyak generasi muda Indonesia yang tahu tentang sejarah kelam ini. Entah itu sengaja ditutupi atau memang dianggap tidak begitu penting. Namun kenyataannya ini merupakan salah satu kisah sejarah paling kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Nyawa orang-orang tidak bersalah dianggap tidak berharga atas nama revolusi. Peristiwa ini bermula pada tahun 1946 silam. Terjadi gerakan sosial yang dilakukan oleh rakyat terhadap penguasa Kerajaan-Kerajaan Melayu di wilayah timur Sumatera.  Gerakan ini dikenal dengan Revolusi Sosial Sumatera Timur. Pemicu revolusi ini adalah gerakan kaum komunis dan nasionalis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan yang dianggap antifeodalisme. Revolusi ini melibatkan mobilitas rakyat yang berujung pada pembunuhan anggota Keluarga Kesultanan-Kesultanan Melayu yang dianggap pro Belanda. Aksi kejam ini berawal di Kesultanan Kualuh. Sultan Al Hadji Moehammad Sjah, Sultan dari Kerajaan Melayu yang berada di Tanjung Pasir, Kabupaten Labuhanbatu ...