Langsung ke konten utama

Resep Nasi Siram Cah Sapi, Sajian Nikmat yang Sayang Dilewatkan



Resep Nasi Siram Cah Sapi, menu makan siang istimewa di akhir pekan yang bikin keluarga jadi lahap makan siang.

Cita rasa yang lezat jelas hadir dalam sepiring Resep Nasi Siram Cah Sapi ini.

Jadi tunggu apalagi? Langsung saja hadirkan Resep Nasi Siram Cah Sapi untuk menu utama makan siang hari ini.

Waktu: 45 Menit

Sajian: 5 Porsi

Bahan:

750 gram nasi putih hangat

Bahan Siraman:

300 gram daging has dalam, diiris tipis

3 ikat caisim, dipotong-potong

3 buah jamur hioko, diseduh, dipotong panjang

3 siung bawang putih, dicincang kasar

1/2 buah bawang bombay, dicincang kasar

1 buah cabai merah besar, diiris miring

2 butir telur dikocok lepas

1 sendok makan saus tiram

1 1/2 sendok makan kecap ikan

3/4 sendok teh garam

1/2 sendok teh gula pasir

600 ml air

2 sendok makan tepung sagu dilarutkan dengan 2 sendok makan air

1 sendok teh minyak wijen

3 sendok makan minyak untuk menumis

Cara Membuat Nasi Siram Cah Sapi:

1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih, bawang bombay, dan cabai merah sampai harum.

2. Masukkan daging. Tumis sampai berubah warna. Sisihkan di pinggir wajan. Masukkan telur. Aduk sampai berbutir.

3. Tambahkan caisim dan jamur. Aduk sampai setengah layu.

4. Masukkan saus tiram, kecap ikan, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Kecilkan api. Tuang air. Masak sampai mendidih.

5. Masukkan larutan tepung sagu. Aduk sampai meletup-letup. Tambahkan minyak wijen. Aduk rata.

6. Sajikan nasi hangat dengan siraman daging di atasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA  Dari Sawang Aceh Utara Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara, tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap. Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna “orang yang berilmu di usia muda/belia”. Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien. Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya,” Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?” “Wahai Malem Muda, aku hendak memberimu suatu tugas. Akan tetapi, sebelumnya engkau harus berjanji dulu kepadaku bahwa engkau akan mematuhi segala yang kukatakan,” titah Tgk. Di Lhok Drien sembari mengelus jenggotnya. “Siap Teungku,” sahut Malem Muda. “Pasti ini tugas istimewa,” batinnya. Kemu...

Sejarah Kelam Pembantaian Sultan-Sultan Melayu di Tanah Sumatera

Tidak banyak generasi muda Indonesia yang tahu tentang sejarah kelam ini. Entah itu sengaja ditutupi atau memang dianggap tidak begitu penting. Namun kenyataannya ini merupakan salah satu kisah sejarah paling kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Nyawa orang-orang tidak bersalah dianggap tidak berharga atas nama revolusi. Peristiwa ini bermula pada tahun 1946 silam. Terjadi gerakan sosial yang dilakukan oleh rakyat terhadap penguasa Kerajaan-Kerajaan Melayu di wilayah timur Sumatera.  Gerakan ini dikenal dengan Revolusi Sosial Sumatera Timur. Pemicu revolusi ini adalah gerakan kaum komunis dan nasionalis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan yang dianggap antifeodalisme. Revolusi ini melibatkan mobilitas rakyat yang berujung pada pembunuhan anggota Keluarga Kesultanan-Kesultanan Melayu yang dianggap pro Belanda. Aksi kejam ini berawal di Kesultanan Kualuh. Sultan Al Hadji Moehammad Sjah, Sultan dari Kerajaan Melayu yang berada di Tanjung Pasir, Kabupaten Labuhanbatu ...