Langsung ke konten utama

manfaat jahe untuk kesehatan

ada berbagai cara untuk meningkatkan imunitas, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Salah satunya adalah dengan mengonsumsi herbal yang dipercaya berkhasiat untuk menyehatkan tubuh seperti jahe.

Melansir Healthline, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa jahe mengandung antioksidan yang dapat meredakan stress oksidatif dalam tubuh.

Karenanya, jahe dipercaya dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan mulai dari meredakan mual hingga menurunkan risiko penyakit kronis.

Biasanya, jahe dikonsumsi dengan cara direbus bersama rempah lainnya seperti serai dan ditambah gula merah.

Namun, hati-hati, sebab rebusan jahe tidak direkomendasikan untuk orang-orang dengan kondisi tertentu.

Dikutip dari GridHealth.id, berikut adalah kelompok orang yang tidak boleh mengonsumsi rebusan jahe.

Orang yang sedang mengonsumsi beberapa jenis obat

Penderita diabetes dan hipertensi sebaiknya tidak mengonsumsi rebusan jahe bersamaan atau berdekatan dengan waktu minum obat.

Hal ini lantaran adanya kandungan di dalam jahe yang dapat menurunkan efektivitas obat dan merangsang penipisan darah yang mengurangi efek obat.

Ibu hamil

Perempuan yang sedang hamil sebaiknya tidak mengonsumsi rebusan jahe, apalagi dalam jumlah berlebih.

Walaupun jahe berkhasiat dan dapat menghangatkan tubuh, jahe dapat memicu kontraksi pada ibu hamil.

Tentunya ini ditakutkan akan memicu kelahiran prematur, terutama bagi ibu hamil trimester akhir.

Orang yang memiliki gangguan darah

Penderita hemofilia tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi rebusan jahe karena dapat berakibat fatal.

Hemofilia sendiri merupakan sebuah gangguan di mana darah sulit membeku secara normal akibat kelainan genetik.

Orang dengan berat badan rendah

Air rebusan jahe dapat meningkatkan tingkat pH di perut dan merangsang enzim pencernaan.

Hal ini akan berakibat pada penurunan nafsu makan sehingga akan menyebabkan penurunan berat badan. 

(*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA  Dari Sawang Aceh Utara Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara, tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap. Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna “orang yang berilmu di usia muda/belia”. Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien. Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya,” Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?” “Wahai Malem Muda, aku hendak memberimu suatu tugas. Akan tetapi, sebelumnya engkau harus berjanji dulu kepadaku bahwa engkau akan mematuhi segala yang kukatakan,” titah Tgk. Di Lhok Drien sembari mengelus jenggotnya. “Siap Teungku,” sahut Malem Muda. “Pasti ini tugas istimewa,” batinnya. Kemu...

Sejarah Kelam Pembantaian Sultan-Sultan Melayu di Tanah Sumatera

Tidak banyak generasi muda Indonesia yang tahu tentang sejarah kelam ini. Entah itu sengaja ditutupi atau memang dianggap tidak begitu penting. Namun kenyataannya ini merupakan salah satu kisah sejarah paling kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Nyawa orang-orang tidak bersalah dianggap tidak berharga atas nama revolusi. Peristiwa ini bermula pada tahun 1946 silam. Terjadi gerakan sosial yang dilakukan oleh rakyat terhadap penguasa Kerajaan-Kerajaan Melayu di wilayah timur Sumatera.  Gerakan ini dikenal dengan Revolusi Sosial Sumatera Timur. Pemicu revolusi ini adalah gerakan kaum komunis dan nasionalis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan yang dianggap antifeodalisme. Revolusi ini melibatkan mobilitas rakyat yang berujung pada pembunuhan anggota Keluarga Kesultanan-Kesultanan Melayu yang dianggap pro Belanda. Aksi kejam ini berawal di Kesultanan Kualuh. Sultan Al Hadji Moehammad Sjah, Sultan dari Kerajaan Melayu yang berada di Tanjung Pasir, Kabupaten Labuhanbatu ...