Langsung ke konten utama

5 Destinasi Wisata Menarik Di Jayapura


1. Jembatan Holtekamp, Teluk Youtefa



Jembatan ini merupakan ikon Kota Jayapura yang membentang diatas teluk Youtefa. Bentuk jembatannya melengkung dan berwarna merah. Jembatan Holtekamp menghubungkan Jayapura dengan Distrik Muara Tami.

Pemandangan jembatan Holtekamp kontras dengan birunya Samudra Pasifik, maka akan terlihat lebih indah jika difoto dari kejauhan. Seperti jembatan-jembatan yang ada di luar negeri.

2. Bukit Jokowi




Bukit ini jadi hits karena kunjungan Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 silam. Lokasinya berada di Kawasan Skyline, kota Abepura. Selain menyajikan spot-spot foto instagenic, disana juga kita bisa menemukan aneka makanan dan minuman untuk bersantai.

3. Bukit Teletubbies



Bukit Teletubbies terletak di Doto Lama, Waibu, Jayapura. Bukit ini berhasil memikat banyak turis karena hamparan rumputnya yang hijau dan suasananya yang sejuk. Kita bisa mendapatkan spot foto yang indah dengan latar belakang bukit dengan hamparan rumputnya yang hijau dan suasananya yang sejuk.


4. Café Payung



Café Payung merupakan salah satu lokasi wisata yang cukup unik di daerah Angkasapura, karena area ini dulunya punya tingkat kriminalitas tinggi sebelum dijadikan destinasi wisata. Disana, kita bisa melihat dekorasi unik yang berupa paying warna-warni digantung. Dari sini kita juga bisa menikmati panorama Jayapura dari ketinggian. Aneka kulinernya pun sangat menggugah selera.

5. Pantai Base G



Pantai Base G memiliki keindahan yang tak kalah menakjubkan dengan pantai-pantai di Thailand dengan pasir putihnya yang menawan mata. Ombaknya yang tenang menambah daya Tarik dari pantai ini. Selain itu, pantai ini juga menyimpan sejarah yang berkaitan dengan Perang Dunia II.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA

KISAH LEGENDA JUGI TAPA, SI MURID DURHAKA  Dari Sawang Aceh Utara Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara, tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap. Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna “orang yang berilmu di usia muda/belia”. Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien. Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya,” Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?” “Wahai Malem Muda, aku hendak memberimu suatu tugas. Akan tetapi, sebelumnya engkau harus berjanji dulu kepadaku bahwa engkau akan mematuhi segala yang kukatakan,” titah Tgk. Di Lhok Drien sembari mengelus jenggotnya. “Siap Teungku,” sahut Malem Muda. “Pasti ini tugas istimewa,” batinnya. Kemu...

Sejarah Kelam Pembantaian Sultan-Sultan Melayu di Tanah Sumatera

Tidak banyak generasi muda Indonesia yang tahu tentang sejarah kelam ini. Entah itu sengaja ditutupi atau memang dianggap tidak begitu penting. Namun kenyataannya ini merupakan salah satu kisah sejarah paling kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Nyawa orang-orang tidak bersalah dianggap tidak berharga atas nama revolusi. Peristiwa ini bermula pada tahun 1946 silam. Terjadi gerakan sosial yang dilakukan oleh rakyat terhadap penguasa Kerajaan-Kerajaan Melayu di wilayah timur Sumatera.  Gerakan ini dikenal dengan Revolusi Sosial Sumatera Timur. Pemicu revolusi ini adalah gerakan kaum komunis dan nasionalis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan yang dianggap antifeodalisme. Revolusi ini melibatkan mobilitas rakyat yang berujung pada pembunuhan anggota Keluarga Kesultanan-Kesultanan Melayu yang dianggap pro Belanda. Aksi kejam ini berawal di Kesultanan Kualuh. Sultan Al Hadji Moehammad Sjah, Sultan dari Kerajaan Melayu yang berada di Tanjung Pasir, Kabupaten Labuhanbatu ...